28.2 C
Kuala Lumpur
Tuesday, February 7, 2023
spot_img

Suami Istri Wajib Tahu, Inilah 4 Hal Yang Harus Segera Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

PASANGAN suami-istri yang sah, setelah melakukan hubungan, tentunya akan merasa telah mendapatkan anugerah dari Allah SWT. Ada beberapa hal yang harus segera dilakukan setelah berhubungan intim, bagi pasangan suami istri.

Memang dalam Islam, tidak serta-merta hubungan selesai, maka selesai pula semuanya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah hubungan. Ini di antaranya:

Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan Intim: Tidak langsung meninggalkan suami / isteri setelah hubungan (berdiam diri)

jima suami istri, Hukum Suami Tolak Ajakan Istri, Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan IntimFoto: Freepik

Setelah melakukan hubungan intim hendaknya tidak langsung meninggalkan pasangan, hendaknya tetap memberikan perhatian seperti mencium kening, memeluk atau tidur berbaring di samping pasangan sambil bercanda gurau sampai kondisinya kembali normal dan akan memulai aktivitas selanjutnya.

Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan Intim: Mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin mengulang hubungan

Dari Abu Sa’id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim no. 308)

Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan Intim: Bersyukur atau bertasbih

Tidak diragukan bahwa hubungan termasuk di antara nikmat yang harus disyukuri dan kita memuji Allah karenanya. Hanya saja yang perlu diingat adalah, jangan sampai meyakini hamdalah atau ucapan syukur itu sebagai zikir/doa khusus setelah hubungan, karena pada dasarnya tidak ada doa/zikir di waktu itu.

Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan Intim: Mandi besar / Mandi janabah setelah hubungan

Waktu Utama Membaca Surat Al-Ikhlas, Adab Berhubungan Suami Istri, Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Berhubungan IntimFoto: Pinterest

“Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata: “Wahai Rasul Allâh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya? Beliau bersabda, ”Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu’ dan lalu shalat/”

Abu `Abd Allâh berkata, “mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengetahui tidak wajibnya mandi kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang `alim.” (HR. Bukhâriy dalam Kitab Shahihnya/Kitab Mandi, hadits ke-29). Wallhu alam bi shawwab.  []

Sumber: www.islampos.com

PERHATIAN: Kami tidak bertanggungjawab terhadap komentar yang diutarakan melalui platform ini. Ia adalah pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri.

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img

Tentang Blog

TRENDING LAGI